Browser Google Chrome Mulai Bermasalah

Apa kalian Udah tahu kalau raksasa internet Google Sudah meluncurkan browser Terbaru yang bernama Google Chrome? Yup, Kayak nya, untuk tahun kedepan ini Perang Browser ini cuma bakal diramaikan Oleh firefox dan Chrome, Chrome saat ini berada pada versi beta, menurut Google Google Chrome adalah browser yang dibuat dengan desain praktis agar Anda dapat mengakses Web dengan lebih cepat, mudah, dan aman juga di claim chrome juga memberikan fleksibilitas tinggi dalam mengatur situs Web yang ditelusuri.
Googlechrome

Fitur chrome yang lain adalah:

One box for everything
New Tab page
Application shortcuts
Dynamic tabs
Crash control
Incognito mode
Safe browsing
Instant bookmarks
Importing settings
Simpler downloads

Namun ada cerita lain di balik kemewahan Chrome tersebut, Ada cerita Lain yang menyesakkan, Di hari pertama Chrome sudah mulai menuai masalah Diantara nya seperti yang di laporkan Di situs softpedia jika Chrome dan Anti virus Kaspersky’s Tidak berjalan harmonis, Kaspersky mengganggap Google Update Sebagai TROJAN.


Wow, Oke itu mungkin cuma false alarm sama seperti yang dialami oleh anti virus kebanggan indonesia PCmav dan Anti virus luar seperti AVG. Tapi bagai mana kalau saya beri tahu bahwa dua hari yang lalu mr.nerex melalui situs milw0rm sudah mengeluarkan exploit publik terbaru yang mengklaim bahwa web browser baru google itu mempunyai celah keamanan tinggi yang mampu dimanfaatkan untuk menjalankan file exe secara tidak disangka oleh pengguna nya! pada Exploit cukup singkat ini mr. nerex Menggunakan OS Windows Vista SP1 and Windows XP SP3 Dengan Google Chrome (BETA).
Berikut hasil exploit code nya:

Bagi yang paham mungkin bisa langsung nyengir ngelihat Potongan Script dia atas, Cuma karena saya kurang paham yah Gak bisa ngasi petunjuk. Saya cuma newbie sih.. :)
Cluenya cuma Di iframe src mampu menjalankan exec file, :twisted: apa iya gitu? :lol: au ah gelap

6 comments to Browser Google Chrome Mulai Bermasalah

  • Saya agak telat satu hari memakai browser teranyar yang sedang menarik perhatian dunia ini. Dirilis tanggal 2 September kemarin, saya baru mengunduh dan meng-install-nya sehari setelah itu. Cukup menarik sekali untuk melihat software yang masih versi beta ini sudah mampu mendukung berbagai bahasa, termasuk bahasa Indonesia, walaupun masih terasa aneh dan konyol (bayangkan saja, ada sesuatu yang diberi nama ‘Di bawah terpal’ !!!).

    Sepintas pada visual, ini adalah browser dengan tampilan yang sangat minimalis dan menawan. Saya nyaris tidak bisa melihat tombol atau gambar apapun yang terserak di interface / antarmuka-nya yang berwarna biru langit tersebut. Sepertinya Google benar-benar serius dengan komitmen mereka untuk memberikan keunggulan dalam kecepatan dan ketepatgunaan. Saya sedikit perlu penyesuaian ketika melihat tampilan tab yang agak nyeleneh dibanding dengan browser lainnya, tapi dalam lima belas menit saya sudah jatuh cinta dengan tampilan Google Chrome.

    Sayangnya keunggulan penampilan tersebut masih belum dibarengi dengan kelengkapan fungsi yang memadai. Misalnya saja pada engine blog wordpress saya, http://hitmansystem.com/blog , tidak bisa menampilkan visual rich-text editor. Yang dimunculkan adalah box teks yang perlu di-edit secara html manual atau copy-paste dari dreamweaver atau software sejenisnya.

    Saya pikir, Chrome sangat memerlukan kekuatan komunitasnya untuk menciptakan plugins yang membuat para peselancar dunia maya menjadi kasmaran berat dengannya. Seharusnya tidak perlu waktu lama untuk mereka mulai mengembangkan plugins itu atau istilah mereka ‘gears’ tersebut, tapi saya juga tidak terlalu yakin Chrome akan mengantisipasi banyak gears karena tujuan utama mereka adalah keringanan dan kecepatan.

    Selama ini saya adalah pengguna browser Maxthon yang menurut saya pribadi sangat memuaskan dari segi keringanan, kecepatan, dan keluasan fungsi. Bergantian dengannya, saya juga masih memakai Firefox untuk keperluan mengakses situs yang kaya akan AJAX dan fungsi-fungsi skrip dinamis lainnya (seperti Facebook, Google Reader, atau Meebo) karena di Maxthon hal tersebut masih kurang terakomodasi dengan baik selain perlu loading yang lama. Kehadiran Chrome sepertinya yang serba cekatan menangani skrip sepertinya merupakan penyatuan yang sempurna dari Maxthon dan Firefox. Terbukti saya yang sekarang sudah uninstall Firefox, tertinggal Chrome sebagai default browser yang disusul oleh Maxthon sebagai alternatif yang sampai sekarang masih sulit saya tinggalkan. Perlu waktu yang lama bagi saya dahulu untuk memutuskan pindah dari Firefox ke Maxthon. Ketika saya melihat Chrome, hanya perlu waktu beberapa jam saja.

    Sekalipun demikian, Chrome sepertinya tidak begitu dianjurkan untuk mereka yang menggunakan internet dengan bandwidth terbatas karena sampai saat ini tidak bisa memblok atau menonaktifkan gambar-gambar yang biasanya menyedot resource bandwidth. Akibatnya, berselancar dengan Chrome akan menghabiskan biasa yang cukup besar. Situs-situs populer di Indonesia seperti Detik.com, Kaskus.us, HitmanSystem.com, Okezone.com, ataupun manca negara seperti MSN.com dan BoingBoing.net memiliki begitu banyak materi gambar yang akan terasa merampok peselancar yang menggunakan dengan limited bandwidth.

    Bagi saya, ada dua fitur yang paling menarik dari Chrome. Yang pertama adalah Incognito Window. Ini adalah ide mungil yang cukup cerdas; saya sangat terkejut Google mengantisipasi kebutuhan ini dengan serius, sampai-sampai dimunculkan sebagai mekanik tersendiri dalam browser mereka. Fitur kedua adalah Omnibox yang membuat segala sesuatunya lebih singkat dan lancar. Jenius!

    Google telah menyewa seorang komikus untuk mengerjakan komik pendek yang bisa dibaca di sini. Saya adalah penggemar Scott McCloud lewat karyanya Understanding Comics, jadi saya memiliki harapan yang tinggi untuk hasil kerjasamanya dengan Google ini. Sayang sekali, komik Chrome tidak berhasil memuaskan harapan tersebut, karena penyampaiannya yang masih terasa kaku, prematur dan tidak serius. Anyways, pengguna Chrome, atau malah pencinta Chrome, rasanya akan tetap menikmati karya tersebut sebagai tutorial mekanik dari masa depan sebuah browser.

  • ran

    Wow!!
    nice!
    No comment lagi dah mas! Kl gini bs jadi reviewer nya softpedia :lol:

  • sip…
    g chrome sepertinya boros bandwidth neh…
    thank u.

  • febri

    wach….kecewa nech google chrome nggak bisa jalan pakai kapersky…. buang kelau aja google chrome nya :evil:

  • ran

    @Febri
    Bisa ah, saya makai kaspersky juga. Mungkin perlu didaftar ke allowed list yang boleh konek ke inet dulu chrome nya. Kemungkinan chrome nya mas, masuk ke “not trusted” , makanya di blok sama kaspersky.

    Btw, makai KIS atau KAV?

  • ben

    masalahnya google chrome itu kalo akses internet buat update itu seenaknya sendiri… :roll:
    aku kaget kok ada yang berubah menu settingnya, eh ternyata g chrome update2 tanpa sepengetahuanku. kalo browser lain masih tanya2 dulu ke usernya.
    kalo caranya gini, aku takut ntar g chrome bisa curi2 data pribadi dari komputer nih… :what:

Leave a Reply

  

  

  

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>